AKU
Aku ini binatang jalang, dari kumpulannya yang terbuang. Aku kira, beginilah nanti jadinya Kau kawin, beranak, dan berbahagia Sedang aku mengembara serupa Ahasveros Dikutuk-sumpahi Eros Aku merangkaki dinding buta Tak satu juga pintu terbuka Jadi baik juga kita padami unggunan api ini Karena kau tidak 'kan apa-apa Aku terpanggang tinggal rangka Penghabisan kali itu kau datang Membawa karangan kembang mawar merah dan melati putih Darah dan suci kau tebarkan depanku Serta pandang yang memastikan untukmu Sudah itu kita sama termangu, Saling bertanya, "Apakah ini?" "Cinta?" Keduanya tak mengerti Sehari itu kita bersama Tak hampir-menghampiri Ah! Hatiku yang tak mau memberi. Mampus kau dikoyak-koyak sepi Hidupnya tambah sepi, tambah hampa. Malam apalagi. Ia menekuk ngeri, dicekik kesunyian kamarnya Ia membenci dirinya dari segala yang minta perempuan untuk kawannya. Bahaya dari tiap sudut mendekat juga dalam ketakutan, menanti ia menyebut satu nama. Terkejut ia ter...