Postingan

LEVEL UP DAY

Gambar
"Semua Aku Dirayakan,  Oleh Aku..." Saat kita terjatuh, kita punya pilihan untuk tetap diam dan menyelami rasa sakit itu, atau bangun dan kembali berjuang untuk terus bertumbuh dan bertahan. Kalau memang dalam salah satu hal kita merasa "kurang beruntung", explore!! Dunia kita tidak cuma punya satu perkara. Masih ada banyakkkkk hal yang bisa kita rawat dan perjuangkan. Setidaknya dari apapun yang tersisa dalam hidup. Ada tempat untuk berpulang, ruang untuk segala menumpahkan, dan kebebasan yang tak didapatkan dari sudut lain dalam apapun atau dimanapun. Karena katanya, setiap orang memiliki cara dan tempatnya masing-masing yang beriringan dengan "masa" untuk bertahan dan berkontribusi pada kehidupan. Satu dua orang membuatku menangis, banyak orang membuatku tertawa. Dan aku, berterima kasih banyak-banyak dan tak terhingga pada semua yang ada, pada yang tetap mencariku, pada yang selalu membersamaiku, pada yang tetap bertahan, pada yang merangkulku dalam ke...

JAWABAN DARI SEBUAH PERTANYAAN BELASAN TAHUN SILAM

Gambar
Maaf baru berani menjawab dan mengungkapkan Haiiiii my first love setelah ayahku...  Bagaimana kabarmu? Semoga hari-harimu menyenangkan yaaa!!! Aku mau sedikit menulis tentangmu.. Yaa walaupun secara tersirat, tapi semoga bisa sampai kedalam hatimu. Maaf jika aku terkesan pernah mengabaikanmu, bukan itu maksudku. Maaf kalau aku terkesan terlambat menyadari. Bukan, bukan begitu. Justru aku jg selama ini menunggumu, aku hanya ingin kamu datang dg baik-baik dan dengan versi terbaikmu karena aku pernah dibuat trauma olehmu (jauh sebelum kita menginjak dewasa). Tapi ternyata kita sama-sama saling memendam dan tidak berani mengungkapkan (mungkin). Aku "mencoba" menerima cinta yang datang, tapi aku tidak menemukan kebahagiaan dan ketulusan didalamnya. Beberapa kali aku mencoba untuk menerima orang-orang baru, tapi tidak ada satupun dari mereka yang dapat mengenal aku lebih dalam sepertimu, tidak ada satupun dari mereka yang mampu memperhatikan dan menyelami hal-hal kecil yang ada pa...

Amin Paling Serius

Gambar
Apa mungkin kita lebih beruntung dari Adam? Yang tidak pernah diberi bilik khusus Untuk memilih seperti apa pasangannya kelak Lurus atau keriting rambutnya Bebal atau lembut perasa Tenang atau penuh gemuruh Apa mungkin kita lebih beruntung dari Hawa? Yang tidak pernah diberi tangan diatas untuk memilih Seperti apa pasangannya kelak Seram atau damai marahnya Kasar atau baik bertutur kata Apa mungkin kita lebih beruntung Dari pertunjukan paling romantis di Tanah Surga? Apa mungkin kita lebih beruntung dari Adam dan Ibu Hawa? Tidak!!! Tidak!!! Karena kita manusia-manusia yang liar Bisa merasa bahwa surga terlalu besar Untuk hanya diisi berdua Bisa aku persilahkan orang lain masuk Akupun juga Perasaan Tidak pernah cukup Kalau kita bukan pertunjukan paling romantis di Tanah Surga Maka, dalam naungan Gusti Yang Agung Izinkan pinta agar tetap bermuara Harap agar tetap terucap

RASA DAN KARSA

Gambar
Perihal puan yang merindu sang tuan, dan segala sesuatu yang hilang akan digantikan dengan yang lebih baik. Dikeheningan malam aku duduk termenung menatap langit yang sedang bertabur bintang. Bersedih karena beberapa waktu terakhir orang yang dikagumi itu telah pergi. Dari yang awalnya perhatian sering berkabar, namun sekarang jarang. Hingga aku terlampau sering pula mengungkapkan rasa rindu yang telah berkecamuk didalam dada perihal itu. Akan tetapi bukan mengungkapkan kepada yang sedang dirindukan. "Lalu pada siapa?" -gumam bayangan di tembok kamar- "Pada siapa lagi kita harus mengadu dan mengungkapkan rasa itu selain kepada Sang Pemberi Rasa dan Karsa?" -jawabku lirih didalam hati Aku sedih, sebab ternyata aku bukanlah siapa-siapa bagi yang kukagumi. Namun tak apa... Bukankah segala sesuatu yang hilang akan digantikan yang lebih baik nantinya? Beberapa hari yang lalu ada sosok lain yang tiba-tiba menghampiri. Ternyata, orang yang kutemui pada belasan tahun silam....

APAPUN ITU

Gambar
  Jangan hentikan kenanganmu, cukup hentikan perasaanmu... Jauh kau disana berbahagia dengan hidupmu yang tak bisa kuselami lagi. Bahkan kata sapa pun tak lagi terjalin. Mengapa kita begini? Kau menarik diri, dan aku menarik diri. Kita sama-sama menjauh dan tak terbaca lagi. Aku berharap kau bahagia tanpaku, dan kau berharap aku bahagia tanpamu. Nyatanya adakah hati yang saling merindu, hanya saja aku mencoba mengikhlaskan hati yang pernah kau lindungi terlepas dari ketergantungan pada dirimu. Namun, mengapa kenangan manis terus berputar seperti film nan abadi? Jangan buat kau terhempas dalam memori-memori seperti ini dan akhirnya malah terkutuk dalam pilu itu sendiri. Mencoba merangkai semua hal dengan kata "Seandainya terulang kembali, jangan hentikan kenanganmu, cukup hentikan perasaanmu". Tak bisa dipungkiri, pertemuan dan perkenalan kita cukup mengesankan. Aku menyebutnya dengan sebuah "takdir". Takdir yang memberi banyak pelajaran hidup. Takdir yang mengajarka...

MAAF, MEMPUISIKANMU KEMBALI

Gambar
 Maaf, saya mempuisikanmu kembali Haiii kamu.. Apa kabar? Lama ya kita tidak bersua, hehe bercanda.. perasaan baru sepekan yang lalu bertemu. Disini saya tidak menyebut siapa kamu, tapi saya hanya menyebut dan memanggil "kamu", karena "anda" terlalu asing untuk kita yang pernah sedekat itu Maaf jika malam ini saya kembali mempuisikan kamu Saya bingung mengisi malam yang hampa ini Hampa, kosong, sepi, sendiri, tanpa  kamu yang menemani, tanpa dia yang mewarnai Betapa saya kehabisan kata untuk mengungkapkan perasaan Perasaan emosi, kecewa, marah, dan segala gundah Mengapa? Mengapa saya tiba-tiba merasakan perasaan sesak ini kembali? Saya pun tidak tahu Rasanya berkecamuk didalam hati ketika mengetahui apa-apa yang menyakiti hati Belum juga saya menanyakan perihal pekerjaan barumu Belum juga saya menanyakan progres kewajibanmu Belum juga saya menanyakan kesibukanmu Belum juga saya diceritakan olehmu tentang pengalamanmu hari itu Belum juga saya mendengar kabar kesehata...

KEMBALILAH

Gambar
Pulanglah, aku rindu akan hadirmu.. Kemarin malam, Aku mengumpatmu sejadi-jadinya Demi apa, segala pinta dan penjelasanmu hanya mencipta angkara Semakin keruh, semakin jenuh Pada puncak kemarahan, Ku katakan padamu, ini saatnya kita menyudahi Pada puncak kecewa, Ku katakan padamu, namamu juga segala tentang kita tak lagi sama dan punya makna Malam ini, Terputar kembali Dan aku tersadar Setelah seharian tak berkabar Kaulah orangnya Masih kau dan hanya kau Yang tetap berupaya membuatku tertawa bahagia Walau dalam keadaan tak punya dan sedikit terpaksa Teringat akan ucapanmu kala itu "Lelahku seharian sirna, setiap teringat ada kau tempat aku berbagi cerita setelah seharian berkelana" Lantas mengapa dengan tanpa malu aku merasa, Bahwa aku yang paling berjuang dan mencinta diantara kita? Padahal nyatanya kaupun juga pernah berjuang untuk kita bukan? Sekarang hampir menjelang pagi Maukah kau kembali? Urungkan niatmu untuk pergi Walau kemarin, memang aku yang meminta Tapi sekarang,...