Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

APAPUN ITU

Gambar
  Jangan hentikan kenanganmu, cukup hentikan perasaanmu... Jauh kau disana berbahagia dengan hidupmu yang tak bisa kuselami lagi. Bahkan kata sapa pun tak lagi terjalin. Mengapa kita begini? Kau menarik diri, dan aku menarik diri. Kita sama-sama menjauh dan tak terbaca lagi. Aku berharap kau bahagia tanpaku, dan kau berharap aku bahagia tanpamu. Nyatanya adakah hati yang saling merindu, hanya saja aku mencoba mengikhlaskan hati yang pernah kau lindungi terlepas dari ketergantungan pada dirimu. Namun, mengapa kenangan manis terus berputar seperti film nan abadi? Jangan buat kau terhempas dalam memori-memori seperti ini dan akhirnya malah terkutuk dalam pilu itu sendiri. Mencoba merangkai semua hal dengan kata "Seandainya terulang kembali, jangan hentikan kenanganmu, cukup hentikan perasaanmu". Tak bisa dipungkiri, pertemuan dan perkenalan kita cukup mengesankan. Aku menyebutnya dengan sebuah "takdir". Takdir yang memberi banyak pelajaran hidup. Takdir yang mengajarka...

MAAF, MEMPUISIKANMU KEMBALI

Gambar
 Maaf, saya mempuisikanmu kembali Haiii kamu.. Apa kabar? Lama ya kita tidak bersua, hehe bercanda.. perasaan baru sepekan yang lalu bertemu. Disini saya tidak menyebut siapa kamu, tapi saya hanya menyebut dan memanggil "kamu", karena "anda" terlalu asing untuk kita yang pernah sedekat itu Maaf jika malam ini saya kembali mempuisikan kamu Saya bingung mengisi malam yang hampa ini Hampa, kosong, sepi, sendiri, tanpa  kamu yang menemani, tanpa dia yang mewarnai Betapa saya kehabisan kata untuk mengungkapkan perasaan Perasaan emosi, kecewa, marah, dan segala gundah Mengapa? Mengapa saya tiba-tiba merasakan perasaan sesak ini kembali? Saya pun tidak tahu Rasanya berkecamuk didalam hati ketika mengetahui apa-apa yang menyakiti hati Belum juga saya menanyakan perihal pekerjaan barumu Belum juga saya menanyakan progres kewajibanmu Belum juga saya menanyakan kesibukanmu Belum juga saya diceritakan olehmu tentang pengalamanmu hari itu Belum juga saya mendengar kabar kesehata...

KEMBALILAH

Gambar
Pulanglah, aku rindu akan hadirmu.. Kemarin malam, Aku mengumpatmu sejadi-jadinya Demi apa, segala pinta dan penjelasanmu hanya mencipta angkara Semakin keruh, semakin jenuh Pada puncak kemarahan, Ku katakan padamu, ini saatnya kita menyudahi Pada puncak kecewa, Ku katakan padamu, namamu juga segala tentang kita tak lagi sama dan punya makna Malam ini, Terputar kembali Dan aku tersadar Setelah seharian tak berkabar Kaulah orangnya Masih kau dan hanya kau Yang tetap berupaya membuatku tertawa bahagia Walau dalam keadaan tak punya dan sedikit terpaksa Teringat akan ucapanmu kala itu "Lelahku seharian sirna, setiap teringat ada kau tempat aku berbagi cerita setelah seharian berkelana" Lantas mengapa dengan tanpa malu aku merasa, Bahwa aku yang paling berjuang dan mencinta diantara kita? Padahal nyatanya kaupun juga pernah berjuang untuk kita bukan? Sekarang hampir menjelang pagi Maukah kau kembali? Urungkan niatmu untuk pergi Walau kemarin, memang aku yang meminta Tapi sekarang,...