Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Page 365/365

Gambar
Karena setiap akhir adalah awal, hanya saja kita tidak menyadarinya seketika itu. Terima kasih, 2021. Ku tahu bahwa 2021 bukan tahun terbaik bagiku pun jua bagi sebagian orang diluar sana. Bukan pula tahun yang membawa penuh kebahagiaan dan kegembiraan. Tapi tahun ini banyak mengajarkanku arti kehidupan yang sesungguhnya. Tahun ini penuh dengan pembelajaran mengenai proses pendewasaan, kehilangan yang menyakitkan, kegagalan yang secara tiba-tiba, hidup yang redup, segala usaha yang sia-sia, sepi yang selalu menghinggapi, semoga yang belum tersemogakan, pun jua tentang angan yang masih membingungkan. Banyak pula kesulitan di hari-hari 2021. Banyak air mata bercucuran. Jika digambarkan, mungkin 2021 adalah tahun dimana aku sedang hancur-hancurnya. Berusaha tetap tersenyum ketika semesta memberikan hantaman-hantaman keras. Berusaha menerima ketika segala sesuatu yang tidak kusuka datang secara tiba-tiba. Dan berusaha ikhlas ketika sesungguhnya berat bagiku untuk merasakan kesaki...

PENGHUJUNG OKTOBER

Gambar
Sekian dan Terima kasih.  Terima kasih Oktober telah mengajarkanku banyak hal. Mengajarkanku harus tetap bertahan pada hal yang sangat memberatkan. Mengajarkanku harus tetap teguh pada keyakinan. Mengajarkanku harus tetap mempersilakan siapapun yang datang padahal hadirnya membuatku kesakitan. Namun tetap saja, aku mungkin tidak setangguh manusia pada kebanyakan. Aku juga tidak akan pernah lupa dengan bulan-bulan penuh tekanan dan menyakitkan. Entah Februari, April, Juli, Agustus, hingga September yang penuh akan kenangan . Tapi aku bersyukur sejauh ini telah berhasil bertahan pada keadaan. Tahun demi tahun angka dalam diri kian bertambah. Namun, masa hidup di bumi terus berkurang. Oktober kemarin cukup membuatku ternganga. Ada yang secara tiba-tiba meninggalkan tanpa berpamitan, pun ada yg tiba-tiba datang tanpa kupersilakan. Cukup yang meninggalkan menyisakan luka, karena pernah selalu bersama mengukir cerita. Namun tak apa, bukankah hidup memang selalu meninggalkan dan ditinggal...

PERGIMU MEMBUATKU RINDU

Gambar
Dirimu tak pantas didekap pilu, meski itu yang kau lakukan padaku. Jauh kau disana berbahagia dengan hidupmu yang tak bisa kuselami lagi. Bahkan kata sapa pun tak pernah terjalin. Kau menarik diri, dan aku menarik diri. Kita sama-sama menjauh dan tak terbaca lagi. Mengapa kita begini? Entah sudah berapa kali aku meyakinkan diri bahwa segala tentang kita telah menemui jalan buntu. Namun tetap saja, untuk menganggap segalanya telah berubah sekedar menjadi kenangan saja aku tak mampu. Nyatanya adakah hati yang saling merindu, hanya saja aku mencoba mengikhlaskan hati yang pernah kau lindungi terlepas dari ketergantungan pada dirimu. Darimu aku belajar, tak baik menggantungkan harapan pada kesenangan yang belum terkejar. Sebab, pergimu yang paling jauh adalah ketika kau jatuh cinta pada yang bukan aku. Aku berharap kau bahagia tanpaku, dan kau berharap aku bahagia tanpamu. Namun, kenapa kenangan manis itu terus berputar seperti film nan abadi? Sungguh aku belum sanggup diri menerima kenyat...

SUNYI, SEPI, DAN SENDIRI

Gambar
  Sepiku hanya aku yang tahu. Kesepian lebih baik dari kesakitan. Waktu tidak pernah berpihak kepadaku. Di duniaku aku menyediakan waktu seharian untukmu. Tapi di duniamu, kamu hanya menyisakan beberapa menit di penghujung hari hingga pada akhirnya kau pun terlelap dan melupakan aku lagi. Waktu tidak pernah mau berteman denganku. Aku yang terdiam sendiri, menikmati perihnya hari-hari. Sampai pada akhirnya takdir berkata, "waktumu sudah habis". Lalu dengan berat hati aku memilih untuk pergi. Sungguh nestapa, hariku sampai pada titik sunyi. Namun sialnya, ternyata sepi ini hanya milik hati yang tak berpenghuni. Karena selama ini aku menyebutnya bahwa kita ini sebatas teka-teki tanpa arti. Sedikit banyak aku mengerti dan memahami, bahwa terkadang kesepian lebih baik daripada kesakitan. Resah jiwaku menepi Mengingat semua yang terlewati Saat kau masih ada disini Mendekapku dalam hangatnya cintamu Lambat sang waktu berganti Endapkan laraku disini Coba 'tuk lupakan bayangan dir...

AKU

Gambar
  Aku ini binatang jalang, dari kumpulannya yang terbuang. Aku kira, beginilah nanti jadinya Kau kawin, beranak, dan berbahagia Sedang aku mengembara serupa Ahasveros Dikutuk-sumpahi Eros Aku merangkaki dinding buta Tak satu juga pintu terbuka Jadi baik juga kita padami unggunan api ini Karena kau tidak 'kan apa-apa Aku terpanggang tinggal rangka Penghabisan kali itu kau datang Membawa karangan kembang mawar merah dan melati putih Darah dan suci kau tebarkan depanku Serta pandang yang memastikan untukmu Sudah itu kita sama termangu, Saling bertanya, "Apakah ini?" "Cinta?" Keduanya tak mengerti Sehari itu kita bersama Tak hampir-menghampiri Ah! Hatiku yang tak mau memberi. Mampus kau dikoyak-koyak sepi Hidupnya tambah sepi, tambah hampa. Malam apalagi. Ia menekuk ngeri, dicekik kesunyian kamarnya Ia membenci dirinya dari segala yang minta perempuan untuk kawannya. Bahaya dari tiap sudut mendekat juga dalam ketakutan, menanti ia menyebut satu nama. Terkejut ia ter...

AKU INI SIAPA BAGIMU?

Gambar
Ketika kukira aku, namun ternyata ... Teruntuk tuan yang pernah singgah dihati namun perlahan pergi. Hai, bagaimana kabarmu, tuan? Lama sudah kita tidak bersua seperti dahulu kala, sekadar bertegur sapa atau menikmati kopi dingin khas Muria. Kini engkau ada dimana? Tiba-tiba menghilang begitu saja bak ditelan bumi, pergi tanpa pamit dan memberikan satu kalimat pasti.  Aku ini siapa bagimu? Kemarin kau beri aku perhatian yang jauh tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya. Hari ini kau malah menghilang. Kau datang kepadaku menyembuhkan luka dihatiku yang setelah bertahun-tahun bersarang dihatiku. Kau membiarkanku hanyut dan masuk kedalam rasa nyaman yang kau berikan itu, lalu setelah itu kau pergi begitu saja. Aku ini siapa bagimu? Senin kau ajak jalan, Selasa kau ajak makan, Rabu kau beri pelukan, Kamis? Kau ciptakan tangisan. Lantas apa arti dari semua perlakuanmu kemarin terhadapku, tuan? Katamu kala itu, "Nikmati saja prosesnya karena teman sejatinya saling memberi perhatian d...