APAPUN ITU
Jangan hentikan kenanganmu, cukup hentikan perasaanmu...
Jauh kau disana berbahagia dengan hidupmu yang tak bisa kuselami lagi.
Bahkan kata sapa pun tak lagi terjalin.
Mengapa kita begini?
Kau menarik diri, dan aku menarik diri.
Kita sama-sama menjauh dan tak terbaca lagi.
Aku berharap kau bahagia tanpaku, dan kau berharap aku bahagia tanpamu.
Nyatanya adakah hati yang saling merindu, hanya saja aku mencoba mengikhlaskan hati yang pernah kau lindungi terlepas dari ketergantungan pada dirimu.
Namun, mengapa kenangan manis terus berputar seperti film nan abadi?
Jangan buat kau terhempas dalam memori-memori seperti ini dan akhirnya malah terkutuk dalam pilu itu sendiri.
Mencoba merangkai semua hal dengan kata "Seandainya terulang kembali, jangan hentikan kenanganmu, cukup hentikan perasaanmu".
Tak bisa dipungkiri, pertemuan dan perkenalan kita cukup mengesankan. Aku menyebutnya dengan sebuah "takdir". Takdir yang memberi banyak pelajaran hidup. Takdir yang mengajarkanku banyak hal. Takdir yang menghadapkanku pada pilihan, kesenangan sementara ataupun penyesalan selamanya.
Masih teringat jelas, setelah perdebatan dan perselisihan panjang itu, kita kembali. Kembali menjadi dua insan yang saling menyakiti dalam diam masing-masing.
Satu hal yang perlu kita ketahui, "Tidak apa-apa jika kita harus kehilangan layangan kita, karena yang perlu kita genggam dan peluk erat adalah diri kita sendiri".
Tertanda,
Aku yang jauh darimu.

Komentar
Posting Komentar
Terima kasih atas kritik dan sarannya.