MAAF, MEMPUISIKANMU KEMBALI
Maaf, saya mempuisikanmu kembali
Haiii kamu..
Apa kabar?
Lama ya kita tidak bersua, hehe bercanda.. perasaan baru sepekan yang lalu bertemu.
Disini saya tidak menyebut siapa kamu, tapi saya hanya menyebut dan memanggil "kamu", karena "anda" terlalu asing untuk kita yang pernah sedekat itu
Maaf jika malam ini saya kembali mempuisikan kamu
Saya bingung mengisi malam yang hampa ini
Hampa, kosong, sepi, sendiri, tanpa kamu yang menemani, tanpa dia yang mewarnai
Betapa saya kehabisan kata untuk mengungkapkan perasaan
Perasaan emosi, kecewa, marah, dan segala gundah
Mengapa?
Mengapa saya tiba-tiba merasakan perasaan sesak ini kembali?
Saya pun tidak tahu
Rasanya berkecamuk didalam hati ketika mengetahui apa-apa yang menyakiti hati
Belum juga saya menanyakan perihal pekerjaan barumu
Belum juga saya menanyakan progres kewajibanmu
Belum juga saya menanyakan kesibukanmu
Belum juga saya diceritakan olehmu tentang pengalamanmu hari itu
Belum juga saya mendengar kabar kesehatanmu
Tapi kamu sudah perlahan jauh
Bukan perlahan, tapi dalam waktu tak terduga tiba-tiba menghilang
Bukankah pada hari sibukmu saya meminta "Nanti ceritain ya"?
Tapi? ah sudahlah...
Terkadang saya merasa lelah
Mengadakanmu dalam rangkaian diksi yang sepertinya hanya sia-sia
Kau tak paham, dan tak akan pernah ingin memahami
Entah jedaku yang terlalu sulit untuk dipahami,
Atau mungkin memang kau yang sudah tak ingin paham lagi?
Saya kesal
Kesal dengan keadaan saat ini
Kesal dengan segala tentangmu yang hanya mampu kutulis, tanpa berani kuakui
Sesaat terlintas untuk ingin memantaskan, juga menuntaskan
Ingin mempertahankan, juga mematahkan
Kemudian terlintas lagi,
Bahwa kita, hanya sebatas kepingan-kepingan ketetapan
Bahwa kita, hanyalah sebatas penerimaan dari segala yang telah ditetapkan
Rasanya ingin sekali kembali menyapa
Tapi saya yang mendadak bisu bisa apa?
Toh keadaan sudah tidak bisa dikendalikan bukan?
Ingin sekali merengkuhmu,
Memberi sebait kekuatan seperti kebiasaan
Tapi lagi-lagi aku mendadak lumpuh
Saya hanya mampu dan berani mempuisikanmu dengan diksi dan puisi rancu ini
Hanya mampu memelukmu dengan doa
Semoga Tuhan selalu menjaga imun, iman, dan aminmu.
Sebuah karya terutama puisi, menurut saya ada karena pengalaman penyairnya.
Sebab tidak semua orang mengalami kejadian yang sama.
Seandainya sama pun, tidak semua orang memiliki sudut pandang yang sama, karena setiap insan memiliki cara memaknai yang berbeda.
Karena itu puisi menarik.
Cara penyampaian yang sedikit "ambigu" adalah part paling menyenangkan.
Membuat banyak orang bertanya-tanya untuk siapakah puisi itu? Tentang apakah isi puisi itu? Siapakah tokoh didalam puisi itu?
Hal paling menyenangkan selanjutnya adalah ketika mengamati peristiwa yang mampu membawa hanyut kita dan menduga-duga bagaimana pribadi penyairnya atau apa-apa yang ia rasakan dan pikirkan
Langit dan laut saling membantu
Mencipta awan hujan pun turun
Ketika dunia saling membantu
Lihat, cinta mana yang tak jadi satu
Awan dan alam saling bersentuh..
Mencipta hangat, kau pun tersenyum
Ketika itu kulihat syahdu
Lihat, hati mana yang tak akan jatuh
Kau dan aku saling membantu
Membasuh hati yang pernah pilu
Mungkin akhirnya tak jadi satu
Namun bersorai pernah bertemu
-Senin malam ditanggal 04 Juli 2022

Komentar
Posting Komentar
Terima kasih atas kritik dan sarannya.