RASA DAN KARSA
Perihal puan yang merindu sang tuan, dan segala sesuatu yang hilang akan digantikan dengan yang lebih baik.
Dikeheningan malam aku duduk termenung menatap langit yang sedang bertabur bintang.
Bersedih karena beberapa waktu terakhir orang yang dikagumi itu telah pergi.
Dari yang awalnya perhatian sering berkabar, namun sekarang jarang.
Hingga aku terlampau sering pula mengungkapkan rasa rindu yang telah berkecamuk didalam dada perihal itu.
Akan tetapi bukan mengungkapkan kepada yang sedang dirindukan.
"Lalu pada siapa?" -gumam bayangan di tembok kamar-
"Pada siapa lagi kita harus mengadu dan mengungkapkan rasa itu selain kepada Sang Pemberi Rasa dan Karsa?" -jawabku lirih didalam hati
Aku sedih, sebab ternyata aku bukanlah siapa-siapa bagi yang kukagumi.
Namun tak apa...
Bukankah segala sesuatu yang hilang akan digantikan yang lebih baik nantinya?
Beberapa hari yang lalu ada sosok lain yang tiba-tiba menghampiri.
Ternyata, orang yang kutemui pada belasan tahun silam.
Siapakah gerangan? Apa maksud dan tujuan?
Pertanyaan itu selalu menghantui dan menimbulkan teka-teki lebih dalam.
Setelah ditelaah dan ditimbang bahkan diurai babak demi babak,
Sadar atau tidak, dewasa ini kita dipertemukan kembali karena rasa trauma.
Aku dengan traumaku, begitupun kamu dengan traumamu.
Terima kasih telah bersedia membersamai, menunggu selama dan semampu itu untuk menaklukan hatiku yang keras karena dipenuhi rasa takut dan benci, meskipun sampai sekarangpun aku sendiri masih ragu dengan segala rasa yang berkecamuk itu.
Tapi sungguh kuakui bahwa kita hebat.
Dewasa ini kita bisa bertemu kembali, berdamai, dan mampu bertahan sampai di titik ini.
Entah takdir Tuhan mana yang akan menghampiri.
Semoga hal-hal baik yang senantiasa menghampiri.
Jaga kesehatan, jaga pula iman, dan jaga segala sesuatu yang semestinya dijaga
Sending virtual hug from Kds<3

Komentar
Posting Komentar
Terima kasih atas kritik dan sarannya.