LEVEL UP DAY

"Semua Aku Dirayakan, Oleh Aku..."

Saat kita terjatuh, kita punya pilihan untuk tetap diam dan menyelami rasa sakit itu, atau bangun dan kembali berjuang untuk terus bertumbuh dan bertahan.

Kalau memang dalam salah satu hal kita merasa "kurang beruntung", explore!! Dunia kita tidak cuma punya satu perkara. Masih ada banyakkkkk hal yang bisa kita rawat dan perjuangkan.

Setidaknya dari apapun yang tersisa dalam hidup. Ada tempat untuk berpulang, ruang untuk segala menumpahkan, dan kebebasan yang tak didapatkan dari sudut lain dalam apapun atau dimanapun. Karena katanya, setiap orang memiliki cara dan tempatnya masing-masing yang beriringan dengan "masa" untuk bertahan dan berkontribusi pada kehidupan.

Satu dua orang membuatku menangis, banyak orang membuatku tertawa. Dan aku, berterima kasih banyak-banyak dan tak terhingga pada semua yang ada, pada yang tetap mencariku, pada yang selalu membersamaiku, pada yang tetap bertahan, pada yang merangkulku dalam kegetiran, pada yang menuntunku dalam kegelapan, pada yang menemukanku di tepian jurang ketenangan, dan pada segala kehangatan peluk serta genggaman.

Banyak kata terdengar menyerupai panjatan doa yang saling bersahut-sahutan. Beberapa mungkin terdengar seperti kutukan. Kuanggap akhir setelah perjalanan pulang. Namun tak sesederhana batinku. Luapan dan jeritan masih nyaman untuk tetap tinggal. Memaksaku menahan segala apa yang menjadi seharusnya.

Dan sampailah pada satu kesimpulan, "Terima kasih untuk diri yang telah mampu menghadapi setiap pahit, manis, getirnya kehidupan". Ajab demi ajab akan selalu tertanam dan tumbuh subur dari dalam diri. Entah pengajaban mana yang nantinya akan terkabul. Yang pasti, akan selalu ada semoga, semoga, dan semoga yang selalu diupayakan.

Semoga apa yang mereka semogakan ter-aamiinkan oleh Gusti Sang Maha Agung. 

- Erika Adevia Fendiyani.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Page 365/365

MAAF, MEMPUISIKANMU KEMBALI