PENGHUJUNG OKTOBER

Sekian dan Terima kasih.

Terima kasih Oktober telah mengajarkanku banyak hal.
Mengajarkanku harus tetap bertahan pada hal yang sangat memberatkan.
Mengajarkanku harus tetap teguh pada keyakinan.
Mengajarkanku harus tetap mempersilakan siapapun yang datang padahal hadirnya membuatku kesakitan.
Namun tetap saja, aku mungkin tidak setangguh manusia pada kebanyakan.
Aku juga tidak akan pernah lupa dengan bulan-bulan penuh tekanan dan menyakitkan.
Entah Februari, April, Juli, Agustus, hingga September yang penuh akan kenangan .
Tapi aku bersyukur sejauh ini telah berhasil bertahan pada keadaan.
Tahun demi tahun angka dalam diri kian bertambah.
Namun, masa hidup di bumi terus berkurang.
Oktober kemarin cukup membuatku ternganga.
Ada yang secara tiba-tiba meninggalkan tanpa berpamitan, pun ada yg tiba-tiba datang tanpa kupersilakan.
Cukup yang meninggalkan menyisakan luka, karena pernah selalu bersama mengukir cerita.
Namun tak apa, bukankah hidup memang selalu meninggalkan dan ditinggalkan?
Perlu diingat bahwa sedewasa apapun kita, kita juga berhak untuk tidak baik-baik saja.
Kita berhak mengekspresikan apa yang kita rasa.
Karena sejatinya kita memang dituntut bisa oleh keadaan.
Time flies so fast..
Kata kebanyakan orang sih, "panjang umurnya serta mulia", yasudah aku nurut saja bagaimana baiknya.
Terima kasih banyak kepada manusia-manusia yang senantiasa membersamai, pernah hadir, baik yang singgah namun tak sungguh, misterius namun tak serius, ada namun tiada, serta mengerti namun tak berarti dalam setiap langkah dan prosesku.
Karena, sejauh mata memandang, pikiran melayang, sampai kapanpun kalian akan tetap menjadi bagian dari proses hidup.
Semoga do'a-do'a baik yang tersempatkan terucap selalu mengiringi setiap langkah kita.
Dan semoga banyak semoga yang tersemogakan.
-Erika Adevia, 22-
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih atas kritik dan sarannya.