PERGIMU MEMBUATKU RINDU
Dirimu tak pantas didekap pilu, meski itu yang kau lakukan padaku.
Jauh kau disana berbahagia dengan hidupmu yang tak bisa kuselami lagi.
Bahkan kata sapa pun tak pernah terjalin.
Kau menarik diri, dan aku menarik diri.
Kita sama-sama menjauh dan tak terbaca lagi.
Mengapa kita begini?
Entah sudah berapa kali aku meyakinkan diri bahwa segala tentang kita telah menemui jalan buntu.
Namun tetap saja, untuk menganggap segalanya telah berubah sekedar menjadi kenangan saja aku tak mampu.
Nyatanya adakah hati yang saling merindu, hanya saja aku mencoba mengikhlaskan hati yang pernah kau lindungi terlepas dari ketergantungan pada dirimu.
Darimu aku belajar, tak baik menggantungkan harapan pada kesenangan yang belum terkejar.
Aku berharap kau bahagia tanpaku, dan kau berharap aku bahagia tanpamu.
Namun, kenapa kenangan manis itu terus berputar seperti film nan abadi?
Sungguh aku belum sanggup diri menerima kenyataan yang terjadi.
Jangan buat aku terhempas dalam memori-memori seperti ini dan akhirnya malah terkutuk dalam pilu itu sendiri.
Nanti jika ia yang sekarang bersamamu menyakitimu, utuslah sebagian hatimu kepadaku.
Sebab, dirimu tak pantas didekap pilu, meski itu yang kau lakukan padaku.
Hingga sampai kalimat ini kutulis aku masih mencoba merangkai semua hal dengan kata "Seandainya terulang kembali, jangan hentikan kenanganmu, cukup hentikan perasaanmu".

Komentar
Posting Komentar
Terima kasih atas kritik dan sarannya.