AKU INI SIAPA BAGIMU?

Ketika kukira aku, namun ternyata ...

Teruntuk tuan yang pernah singgah dihati namun perlahan pergi.
Hai, bagaimana kabarmu, tuan? Lama sudah kita tidak bersua seperti dahulu kala, sekadar bertegur sapa atau menikmati kopi dingin khas Muria. Kini engkau ada dimana? Tiba-tiba menghilang begitu saja bak ditelan bumi, pergi tanpa pamit dan memberikan satu kalimat pasti. 

Aku ini siapa bagimu?
Kemarin kau beri aku perhatian yang jauh tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya. Hari ini kau malah menghilang.
Kau datang kepadaku menyembuhkan luka dihatiku yang setelah bertahun-tahun bersarang dihatiku. Kau membiarkanku hanyut dan masuk kedalam rasa nyaman yang kau berikan itu, lalu setelah itu kau pergi begitu saja.

Aku ini siapa bagimu?
Senin kau ajak jalan, Selasa kau ajak makan, Rabu kau beri pelukan, Kamis? Kau ciptakan tangisan.
Lantas apa arti dari semua perlakuanmu kemarin terhadapku, tuan?
Katamu kala itu, "Nikmati saja prosesnya karena teman sejatinya saling memberi perhatian dalam konsepnya.". Pertanyaanku, bagaimana bisa kau memberi perhatian dan perlakuan yang sebenarnya tidak ada didalam kamus pertemanan yang sewajarnya? Konsep seperti apa yang kau maksud, tuan? Konsep bahwa seorang laki-laki bebas mempermainkan seorang perempuan? Begitukah? Iya? Ah kurasa ini sangat menyakitkan kedengarannya.

Aku ini siapa bagimu?
Katamu kita teman, tapi seorang teman tidak akan memberikan sebuah pelukan dan kecupan bukan?
Aku yang setiap malam selalu bertanya-tanya tentang sedikit banyak perlakuanmu itu terhadapku. Aku bingung, tak jarang pula aku menyembunyikan tangis yang tak terbendung dibalik senyumanku ketika berhadapan denganmu. Harus bagaimana aku menyikapinya? Apakah aku harus pura-pura tidak memiliki rasa ketika sedang bersama denganmu, tuan? Apakah aku harus selalu menutupi setiap tangisan batin ketika bersenda gurau denganmu, tuan? Apakah aku harus rela hatiku merasakan teriris kembali?

Aku ini siapa bagimu?
Dahulu, setiap saat setiap waktu kita selalu menyempatkan waktu untuk bertemu.
Dan aku selalu menantikan momen-momen indah itu.
Bagaimana bisa aku tidak menaruh hati terhadapmu?
Sekarang? Jangankan untuk bertemu, sekadar menyapa melalui media sosial saja sudah terasa canggung.

Aku ini siapa bagimu?
Kau selalu mendekapku dan memberi kekuatan ketika aku merasa ketakutan.
Kau juga yang memberiku bahu ketika aku merasa bahwa aku lelah, aku payah dan butuh tempat untuk bersandar.
Bahkan, kau pula yang memberiku senyuman ketika semesta sedang tidak memberikanku rasa aman.
Tapi, dengan lantang kau berkata kepada mereka bahwa "KITA HANYA SEBATAS TEMAN".

- Ditulis oleh tangan yang pernah kau genggam erat, dan perasaan yang pernah kau permainkan.
Ig : @erikaadeviaaf

Komentar

Posting Komentar

Terima kasih atas kritik dan sarannya.

Postingan populer dari blog ini

LEVEL UP DAY

Page 365/365

MAAF, MEMPUISIKANMU KEMBALI